GKR Bendara Apresiasi Komunitas Banyu Bening,Air Hujan Sumber Kehidupan,

0
174
GKR Bendara saat berdialog dengan salah seorang Komunitas dalam Kenduri Banyu Udan di Joglo Banyu Bening Tempursari, Sardonoharjo, Ngaglik.(RN- Ist)

RADAR NASIONAL,- (Sleman),–Di tengah ancaman krisis air,  Komunitas Banyu Bening hadir memberi secercah harapan bagi akar rumput, betapa tidak Komunitas Banyu Bening yang berdiri 10 tahun lebih tetap konsisten menjaga ekosistem,menjaga lingkungan dengan memanfaatkan air hujan, menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat.

Gerakan sederhana, dari akar rumput ini mengundang simpati  Ketua  Badan Promosi Pariwisata  DIY GKR  Bendara melalui gelar Kenduri Banyu  Udan X  Ngopi (Ngobrol  Inspirasi)Bareng   di Sekolah Air Hujan Banyu Bening, Sleman, Selasa (9/9/2025).

GKR Bendara mewakili  GKR Ratu Hemas mengapresiasi dan menegaskan pentingnya mengelola air secara bijak di tengah eksploitasi air tanah yang kian mengkhawatirkan.

“Air adalah sumber kehidupan. Tanpa kesadaran menjaga, kita sedang mewariskan krisis pada generasi mendatang,” ungkapnya.

Wajah sumringah Komunitas Banyu Bening mendapat apresiasi sekaligus mengabadikan momen bersejarah dengan GKR Bendara. (RN-Ist)

Lebih jauh   GKR Bendara, mengaitkan dengan filosofi Jawa: Hamemayu Hayuning Bawana (menjaga kelestarian alam), Manunggaling Kawula Gusti (kesadaran spiritual menjaga ciptaan Tuhan), serta Sangkan Paraning Dumadi (kesadaran bahwa manusia berasal dan kembali kepada alam).

“Merawat air dan bumi bukan hanya kebutuhan praktis, tapi ibadah sosial dan wujud syukur kita,” ujarnya.

Komunitas Banyu Bening bukti  masyarakat bisa mandiri menjaga ketahanan pangan dan kedaulatan air. Air hujan yang biasanya terbuang justru diproses menjadi air minum gratis, menegaskan nilai kebersamaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada air tanah. “Gerakan seperti ini patut direplikasi di wilayah lain, apalagi di Yogyakarta yang dikenal sebagai tanah budaya dan peradaban,” tuturnya.

Sri Wahyuningsih, pendiri Sekolah Air Hujan, menyatakan  rasa syukur   atas dukungan  Kraton Yogyakarta.Perjalanan 10 tahun Banyu Bening adalah bukti nyata,komunitas mampu berkontribusi  mewujudkan kedaulatan air. “Air hujan adalah rahmat. Dengan mengelolanya, kita menjaga masa depan anak cucu kita,” katanya.

Acara Kenduri Banyu Udan bukan hanya perayaan, tetapi refleksi dan ajakan: bahwa bumi ini bukan milik kita semata, melainkan titipan untuk diwariskan dalam keadaan lestari. Dari Banyu Bening, Sleman, pesan itu mengalir deras—bahwa gerakan kecil dapat membawa arus perubahan besar.(San)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini