Disebut Ada Transaksi Mencurigakan di Kemenkeu, Begini Respons Sri Mulyani

0
254
Menkeu Sri Mulyani Foto: Sekretariat Kabinet

RADARNASIONAL – Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati angkat bicara terkait isu transaksi mencurigakan bernilai ratusan triliun rupiah di Kemenkeu.

Sri Mulyani mengaku bahwa telah melakukan komunikasi dengan Menkopolhukam Mahfud MD serta Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Tadi saya sudah komunikasi dengan pak Mahfud dan pak Ivan dari PPATK,” ujar Sri Mulyani di Surakarta, Kamis (9/3).

Lebih jauh, Sri Mulyani menjelaskan bahwa dirinya baru menerima surat dari PPATK mengenai transaksi.

“Surat baru saya terima tadi pagi. Saya belum lihat suratnya. Saya sudah scan,” terang Sri Mulyani.

Terkait angka transaksi, Sri Mulyani mengaku belum melihatnya. Menurut dia, di dalam surat juga tidak tertera angka transaksi.

“Kalau kembali ke Jakarta saya akan bicara dengan pak Mahmud dan pak Ivan agar saya dapat info yang sama dengan masyarakat,” katanya.

“Menghitungnya bagaimana, data seperti apa. Karena dalam surat yang disampaikan ke saya yang ada lampiran 36 halaman tidak ada satupun angka,” imbuhnya.

Sri Mulyani berharap pada pertemuan itu agar diperjelas transaksi terkait masalah apa dan melibatkan siapa.

“Seperti kemarin Rafael Alun mengenai LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), ketidakpatuhan. Kami lakukan hukuman disiplin,” tegasnya.

“Data kami share dengan KPK, dari sisi penegakan hukum tetap dilakukan. Ada pembagian tugas dari sisi kami ASN, dari sisi penegakan hukum,” tandasnya.

Terkait dengan surat dari PPATK, kata Sri Mulyani, sebetulnya ada setiap tahunnya.

Menurut dia, melalui surat tersebut PPATK mengirimkan informasi kepada Kementerian Keuangan mengenai transaksi.

Dia menjelaskan, dari tahun 2009-2023 ada sebanyak 196 surat yang disampaikan. Dari total tersebut sebagian sudah ditindaklanjuti oleh Inspektorat Jenderal.

“Ada yang dilakukan inseminasi. Kalau kasus terbukti ada hukuman disiplin, dicopot atau dikeluarkan. Itu semua ada statusnya. Menurut pak Ivan masih ada 70 yang perlu keterangan tambahan, kami akan sampaikan,” tandasnya.

Sebelumnya, kabar mengejutkan datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD.

Mahfud mengungkapkan, ada temuan transaksi mencurigakan di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bernilai ratusan triliun rupiah.

“Saya sudah dapat laporan terbaru tadi pagi, malah ada pergerakan mencurigakan senilai Rp 300 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan yang sebagian besar ada di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai,” kata Mahfud MD di Yogyakarta, Rabu (8/3).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini