Dilanda Krisis Ekonomi, 65 Ribu Tentara di Sri Lanka Dipensiunkan

0
213
Ilustrasi Tentara Sri Lanka Foto: Nusantara TV

RADARNASIONAL – Jumlah angkatan bersenjata atau tentara di Sri Lanka akan dipangkas secara drastis, imbas krisis ekonomi yang melanda negara di Asia Selatan itu sejak 2022 lalu.

Dengan diambilnya langkah ini, maka diharapkan dapat menekan pengeluaran pemerintah yang sudah bangkrut.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kementerian Pertahanan Sri Lanka dalam keterangannya yang dirilis pada Jumat (13/1).

Pihaknya mengatakan, sejumlah 65.000 dari total 200.000 tentara aktif akan diberhentikan penugasannya dan pensiun dini di tahun ini.

Secara keseluruhan, pemerintah Sri Lanka berencana untuk merampingkan jumlah angkatan daratnya menjadi 100.000 orang.

“Tujuan keseluruhan dari cetak biru strategis ini adalah untuk mewujudkan pasukan pertahanan yang sehat secara teknis dan taktis serta seimbang,” bunyi pernyataan itu, seperti dikutip dari AFP.

Sebenarnya, jumlah angkatan bersenjata di Sri Lanka dinilai sudah membengkak lebih dari satu dekade, menyusul berakhirnya perang saudara selama puluhan tahun yang berlangsung sejak 1983 hingga 2009.

Hampir 400.000 orang bertugas di militer pada kekuatan puncaknya di tahun 2009 — ketika pasukan pemerintah berhasil menumpas gerakan separatis Macan Tamil, yang menelan ribuan korban sipil dan perang pun berakhir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini