
RADAR NASIONAL,-Bangsa besar tidak hanya dibangun oleh infrastruktur fisik, tetapi oleh nilai kebangsaan sebagai rumah besar bernama Indonesia.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur DIY dalam sambutan pembukaan Seminar Kebangsaan yang dibacakan Sih Utami di Ruang Restorasi Savita Garden Inn, Jl. Palagan Tentara Pelajar, Km 9, Rejodani 2, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Sabtu (19/4/2024).

” Dalam forum kebangsaan seperti ini sangat penting dalam membangun infrastruktur nilai sebagai pondasi bangsa.” tandas Gubernur.
Seminar kebangsaan sekaligus Deklarasi Perdana Gerakan Kebangsaan Indonesia Terang (KGIT) diikuti 200 peserta dari berbagai daerah Yogyakarta, Magelang, Semarang, dan Solo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos.,M.M,Dr. Cornelius D. Ronowidjoyo, M.A. (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra), Sih Utami, S.IP., M.M. (Kabid Ketahanan Sosial, Budaya, dan Ekonomi, Badan Kesbangpol DIY), Mayor Arm Ronang Sasiarto (Kasdim 0732/Sleman), AKP Sugiyanto, S.H., M.H. (Kasat Binmas Polresta Sleman), serta perwakilan tokoh lintas agama.
Sementara itu, dalam seminarnya, Dr. Cornelius D. Ronowidjoyo menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman kebangsaan yang terangkum dalam konsep Astagatra—yang mencakup aspek politik, ekonomi, pertahanan-keamanan, hingga sosial-budaya. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu membangun kembali kejayaan nusantara menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Panitia, Pdt. Arief Arianto, S.TH., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan persiapan kurang dari tiga minggu, berkat sinergi panitia dan dukungan berbagai pihak.
“GKIT bukan partai atau ormas, tetapi jaringan internasional yang membangun semangat kebangsaan lintas iman dan komunitas,” ujarnya. Kegiatan ditutup dengan doa lintas agama dan ramah tamah.(*)




