RADAR NASIONAL,-Bulan Ramadhan hadir bagai institusi pembelajaran/ pendidikan yang isyarat nilai-nilai keimanan, taqwa yang dimanifestasikan dalam amal nyata sehingga terbentuk pribadi yang memiliki kesalihan vertikal, dalam hubungan dengan Sang Khalik dan kesalihan horizontal dalam hubungan dengan sesama manusia –> tercipta muamalah ma’allah & muamalah ma’annas yang indah.
Selama Ramadhan hampir semua masjid semarak dengan kajian-kajian dengan tema beragam, dan jamaah semangat mengikuti. Mereka menyadari pentingnya ilmu dan motivasi Rasulullah bahwa “Barang siapa ringan melangkahkan kaki ke majelis ilmu, maka akan dimudahkan pula dijalannya menuju surga”
Selama Ramadhan betul-betul diuji, luluskah kita dalam mengikuti perintah Ilahi dan aba-aba Nabi suci ? Berikut butir-butir test bagi kita.
Dalam Q.S. Al-Baqarah 2: 185 dijelaskan bahwa bulan Ramadhan bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai dan petunjuk bagi manusia dan penjelasan² mengenai petunjuk itu, pembeda (antara benar dan batil). Maka barang siapa di antara kamu berada di bulan itu berpuasalah! …..”

Ayat ini –> perintah puasa, dan pemberitahuan tentang turunnya Al-Qur’an serta fungsinya. Mengisyaratkan bahwa Al-Quran harus dibaca, difahami, dihayati, dan diamalkan, apalagi di bulan Ramadhan.
Selain itu, amalan utama yang dianjurkan dan hal-hal yang tidak sepantasnya dilakukan bagi orang yang berpuasa adalah sbb : # Puasa dan shalat lail. Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi saw.beliau bersabda:
“Man shaama Ramadhaana wa qaamahu iimaanan wahtisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzanbihi”
(“Barang siapa berpuasa dan mengerjakan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan imengharap ridha Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.”)
# Mencegah perbuatan yang tidak baik. Dalam hadits Qudsi disebutkan sbb.: “Semua amal perbuatan Bani Adam menyangkut dirinya pribadi, kecuali shaum. Sesungguhnya shaum itu untuk-Ku, dan karena Akulah yang langsung membalasnya.
Shaum itu ibarat perisai. Pada hari melaksanakan shaum janganlah yang bershaum itu mengucapkan kata-kata kotor, tidak sopan, dan tidak enak didengar, dan jangan pula ribut hingar-bingar bertengkar. Jika di antara kalian memakinya atau mengajak berkelahi, supaya mengatakan kepadanya: “Saya sedang berpuasa”
Selanjutnya Nabi bersabda: _”Demi Allah yang diri Muhammad ada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang bershaum lebih wangi di sisi Allah_ (kelak pada hari Kiamaati bau kestuke. Dan bagi orang yang bershaum tersedia dua kegembiraan, gembira ketika berbuka, dan kelak ketika menemui Rab-nya karena menerima pahala shaumnya “_ (H.Q.R. Syaikhani, Nasa’i dan Ibnu Hibban yang bersumber dr Abu Hurairah)
# Melatih kesabaran.Selama Ramadhan melatih kesabaran dalam bermacam keadaan antara lain:
– Sabar dalam melaksanakan ketaatan ibadah antara lain qiyamul-lail.
– Sabar dlm menanggung beban hidup.
– Sabar dalam menghadapi musibah.
– Sabar dalam menghadapi godaan duniawi
– Sabar dalamo menahan diri tidak melakukan perbuatan yang tidak elok, dll.
# Meningkatkan kepedulian sosial dengan banyak bershadaqah, menolong orang lain dari penderitaan. Dalam hal shadaqah banyak sekali ayat-ayat yang bisa dirujuk, Al.: Q.S. Ali Imran 3: 92.
“Lan tanaalul birra hatta tunfiquu mimmaa tuhibbuun”(Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian yang sempurna, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai).Q S. Al-Baqarah 2: 215
(Mereka bertanya kepadamu Muhammad tentanpg apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah “Harta apa saja yang kamu infakkan hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha mengetahui)
Dalam hadits disebutkan sbb.:
“Harta itu sama sekali tidak berkurang karena sedekah…..”(H.R. Abu Hurairah)
” Apabila ada seorang pengemis meminta, maka jangan memutus permintaannya sampai ia selesai mengucapkannya. Kemudian jawablah dengan sopan dan lemah lembut, dengan memberi sedikit atau penolakan dengan baik. Sebab kadang-kadang yang datang kepadamu itu bukan manusia atau jin, yang datang untuk mengujinya bagaimana kamu bersikap terhadap nikmat yg telah dikaruniakan Allah kepadamu “_ (H.R. Abdurrahman As-Salmani)
*(Catatan. Penjelasan tentang Zakat dan Shadaqah dalam seri tersendiri)
Semoga kita termasuk insan yang lulus dari ujian Allah sehingga terbebas dari jilatan api neraka karena kita telah melaksanakan amal utama dan menjauhi perbuatan, perkataan yang dilarang.
“Ash-shiyaamu junnatun wa hishnun hashiinun minannari”(Puasa adalah perisai dan benteng perlindungan yang kokoh dari api neraka).Nasrun minallah.(Mahsunah)*
*)adalah Ketua Day Care Lansia Aisyiyah PRA Perumnas Condongcatur





