RADAR NASIONAL,–(Sleman) ,-Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Dr. Dian Novita Susanto, S.Ikom.,S.H.,M.Sos, mengapresiasi kinerja perempuan tani HKTI DPD DIY , telah melaksanakan program dari DPP.
Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Perempuan Tani HKTI Pusat, Dian Novita Susanto saat menghadiri panen padi serentak di Desa Bulak Jaten, Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon/Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman Rabu (10/9/2025)

Dalam instruksi DPP HKTI Pusat kepada perempuan tani HKTI DPD Yogyakarta,bisa melakukan dan melaksanakan dengan baik. Kita bisa melihat dari produktivitas padi yang dihasilkan dari benih M70D yang di tanam para petani di Bulak Jaten, Sendangrejo, Minggir, Sleman sangat luar biasa.
” Tadi saya sempat mendengar pembicaraan beliau bahwa setiap penanaman M70D bisa di tingkatkan produktivitas nya dari waktu ke waktu, dan ini lah yang memang kami harapan. Karena ke depannya ini bagaimana para perempuan tani HKTI, sebagai organisasi pertanian ini bisa berdampak baik bagi petani khususnya di desa – desa.
” Lanjutnya, dengan peningkatan produktivitas tentunya nilai tukar petani menjadi meningkat” terangnya. Disinggung selain padi yang ditanam, memang kami saat ini lebih fokus ke padi. Tapi nanti kedepannya akan kita kembangkan ke sektor pangan lain seperti jagung” ucapnya.
Sementara itu, dalam laporan Ketua HKTI DPD Yogyakarta,Dwi Susilowati, di wilayah Kabupaten Sleman, Kapanewon/Kecamatan Minggir putaran ke -4 pilot projek dari DPP perempuan tani HKTI adalah untuk ketahanan pangan dalam bidang penanaman padi. Dan Alhamdulillah benih yang di berikan petani adalah M70D ,prokdusinya lebih banyak.
Menurutnya, di Wonosari ,Kabupaten Bantul produksinya sangat tinngi. Di Bantul mencapai 9 ton per hektar, dari Dinas Pertanian meningkat kapasitasnya di wilayah Kabupaten Sleman setengah ton.
“Kalau tidak ada hama wereng atau tikus hasilnya 8 ton per hektare, dan kami melakukan pendampingan secara maksimal juga keluhan petanidsampaian sampaikan kepada kami,terkait hama tikus dan wereng. Dan langsung berindak dengan memberikan kapur barus.”ungkapnya.
Sebelum kita memberikan kapur barus itu, saya sendiri juga sudah mengecek apakah berdampak pada tanaman atau tidak. Ternyata kapur barus tidak ada dampaknya kepada tanaman apapun karena dia hanya sekedar mengeluarkan bau saja, bahkan kalaupun itu terurai dengan air pun juga tidak ada pengaruh ke tanah atau tanaman.
Kapur barus kapur cuma baunya menyengat yang bisa membantu untuk mengusir tikus sedangan wereng kita kasih wrakon, karena hama wereng itu adalah penanggulangannya juga dengan bau, karena tidak ada hujan jadi kami tambah dengan perekat Alhamdulillah bisa teratasi dan panennya cukup bisa maksimal naik kapasitas persentasenya dari Kabupaten Sleman pertama 5,5 ton hingga 6 ton dengan benih M70D ini mencapai 6,5 ton per hektare.
“Mudah – mudahan DPP dan DPD perempuan tani HKTI selalu bisa memberikan inovasi apapun, dan selalu bergerak bersama – sama dengan petani dalam hal nanti ketahanan pangan yang berdaulat untuk semua masyarakat supaya Indonesia bisa menjadi lebih baik karena tonggak dalam kehidupan ataupun negara adalah pangan,” pungkasnya.
Bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya dalam sambutanya yang disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Makwan menyampaikan menjadi motivasi memajukan sektor pertanian Sleman.
“Kam mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan dukungan sehingga panen padi serentak di wilayah Kapanewon/Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman. Semoga kegiatan idapat mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia.
Bupati juga menyampaikan luas wilayah administrasi Kapanewon/Kecamatan Minggir 27,27 kilometer persegi, sebagian besar merupakan area persawahan dan tegalan. Menjadikan Kapanewon/Kecamatan Minggir, sebagai wilayah yang penting dalam produksi padi di Kabupaten Sleman.
” Perempuan tani HKTI khususnya DPD Yogyakarta berperan penting dalam ketahanan pangan nasional dengan mendorong modernisasi pertanian, memperjuangkan hak perempuan tani mendukung kemandirian berkontribusi pada program pemerintah melalui panen padi serentak.
Kabupaten Sleman, memiliki sejumlah varietas padi unggulan dan memiliki sembada merah dan sembada hitam yang diakui sebagai padi unggulan lokal Sleman berdasarkan SK Kementerian Pertanian RI Nomor 125 dan Nomor 126 Tahun 2019. Pengakuan ini, membuktikan padi Sleman unggul dengan kandungan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Untuk menghadapi tantangan kami berupaya memastikan ketahanan pangan melalui intensfikasi dan moderisasi pertanian.
“Strategi yang tidak kalah penting adalah regenerasi petani dan pemberdayaan petani milenial, dengan keterlibatan generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi, diharapkan sektor pertanian terus berkembang.”punkasnya.(*/xan)





