Budiman Sudjatmiko Bertemu Prabowo Subianto, Begini Reaksi PDI Perjuangan 

0
136
Puan Maharani
Puan Maharani (Foto: Humas DPR RI)

RADARNASIONAL – Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7) malam.

Merespons pertemuan tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengaku tak mempersoalkan pertemuan antara Budiman Sudjatmiko dengan Prabowo Subianto.

Puan Maharani menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui apakah pertemuan tersebut merupakan perintah dari partai atau inisiatif pribadi Budiman.

Menurut Ketua DPR RI itu, setiap silaturahmi antartokoh politik akan berdampak positif pada bangsa dan negara.

“Saya tidak tahu apakah itu ada perintah. Akan tetapi, yang saya bisa sampaikan bahwa semuanya boleh saja bersilaturahmi,” ujar Puan di I News Tower, Jakarta, Selasa (18/7).

Lebih dalam, Puan menyebut bahwa dirinya tak mau berpikir negatif sebelum tahu apa yang Budiman dan Prabowo diskusikan.

“Jadi, ya, nanti sesudah pertemuan kita dengar apa yang sebenarnya dibicarakan,” katanya.

Selain itu, Puan menyambut baik pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pada hari Senin (17/7).

“Pertemuan itu sah-sah saja, apalagi di politik semuanya itu harus bertemu untuk membicarakan satu sama lain, juga untuk supaya tidak ada salah paham. Jadi, lebih baik kita bicara,” ujar Puan kepada wartawan.

Menurut dia, tidak ada yang salah dengan pertemuan antara dua tokoh itu sebab dalam politik setiap pihak memang harus terus menjalin komunikasi.

Puan menilai, musyawarah merupakan salah satu esensi penting politik. Puan mendorong setiap pihak untuk terus menjalin hubungan, termasuk antara Surya Paloh dan Jokowi.

Respons Budiman Sudjatmiko 

Terpisah, Budiman Sudjatmiko menyebut pertemuannya dengan Prabowo Subianto pada Selasa (18/7) malam tidak mewakili partai, melainkan atas keinginan pribadinya.

“Saya ingin mengatakan bahwa ini tidak mewakili partai, ini pribadi,” kata Budiman kepada wartawan.

Hal itu dia katakan usai mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7) malam.

Budiman menjelaskan, pertemuan itu membahas seputar hubungan di antara keduanya yang menurutnya sudah terjalin lama.

Yakni, kata Budiman, sejak Prabowo belum menjadi Ketua Umum Partai Gerindra dan sebelum dirinya bergabung dengan PDI Perjuangan.

“Kebetulan sebelum saya masuk ke PDI Perjuangan, saya ‘kan punya story dan punya history juga,” katanya.

“Sebelum Pak Prabowo jadi Ketum Gerindra dan sebelum bacapres (bakal calon presiden), kita sudah punya story-story lama, kami membicarakan itu,” imbuhnya.

Budiman mengungkapkan, pertemuan yang berlangsung selama lebih kurang dua jam itu membicarakan perihal kebangsaan, kemanusiaan, dan masa depan.

Budiman menegaskan, dirinya akan membicarakan hasil pertemuan tersebut dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

“Soal nanti tentu saja, saya akan bicara dengan Mbak Puan, Pak Hasto, karena kalau boleh saya sampaikan, izin kepada Pak Prabowo yang saya sampaikan kepada beliau tadi itu sebenarnya persatuan kaum nasionalis,” ucap Budiman.

Mengenai persatuan kaum nasionalis tersebut, Budiman mengatakan, Indonesia akan merugi jika kaum nasionalis tidak saling mendukung.

Menurut Budiman, dirinya ingin mewakafkan diri untuk mencairkan hubungan di antara kaum nasionalis.

“Saya tidak mewakili partai, saya bukan pejabat publik, justru karena saya bukan siapa-siapa, saya mewakafkan diri, memulai untuk mencairkan itu. Mudah-mudahan setelah ini mencair,” katanya.

Salah satu tokoh aktivis tahun 1998 itu pun menepis bahwa pertemuannya dengan Prabowo adalah sinyal dirinya bergabung dengan Gerindra.

“Oh enggak,” pungkas Budiman Sudjatmiko.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini