
RADARNASIONAL – Sebanyak 50 kader Pancasila di wilayah Sendangadi Mlati, dikukuhkan sebagai kader Pancasila oleh Suparmono Assek I mewakili Bupati Sleman di Balai Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Sleman Senin (26/8/2024).
Usai dikukuhkan 50 kader Pancasila ini akan mengikuti workshop kader Pancasila yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.
” Mereka yang dikukuhkan yaitu, Lurah, Pamong Kalurahan, BPKal, LKK, tokoh agama,tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pemudi se wilayah Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati.
”Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Indra Darmawan mengatakan kegiatan workshop dilaksanakan sebagai upaya untuk menghidupkan, memahami dan menghayati kembali nilai – nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara” ujar Indra.
Indra menambahkan kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan dalam rangka Revitalisasi dan Reaktualisasi Nilai – nilai Pancasila Dalam Kehidupan Bermasyarakat Berbangsa dan Bernegara yang telah didahului dengan kajian Kalurahan berkarater Pancasila serta di masukan juga sebagai upaya pendampingan dan penguatan bagi perintisan Kalurahan berkarater Pancasila sehingga workshop kader Pancasila memilih tema “Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai – nilai Pancasila Berbasis Kalurahan Berkarater Pancasila”.
Lanjut Indra, kegiatan pembentukan Kalurahan berkarakter Pancasila ini sudah dimulai sejak tahun 2018 sampai tahun 2023 telah terbentuk sebanyak 23 Kalurahan.
Sedangkan tahun 2024 ini telah dipilih 6 lokasi terangnya, Indra menambahkan secara khusus kegiatan workshop ini bertujuan untuk proses pembelajaran dan penerapan atau pengamalan nilai – nilai Pancasila.
” Sehingga dapat menjadi kader dan pioner pelaksanaannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, untuk memahami berbagai kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah tentang kesatuan bangsa dan politik, memantapkan wawasan kebangsaan, memahami, menghayati dan menanamkan nilai – nilai Pancasila menggali good and bad practisses dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa bernegara kemudian mengambil pelajarannya (lesson learned) melaksanakannya serta menyebarluaskannya pengamalan nilai – nilai Pancasila.
Mengidentifikasi menggali dan mengembangkan potensi diri untuk memperkuat karakter dan menyusun rencana tindaklanjut untuk penanaman dan aktualisasi nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tutup Indra.
Materi workshop dari Pusat Studi Pancasila UGM yang disampaikan oleh Diyasma.
Sementara itu Bupati Kabupaten Sleman, dalam sambutan yang dibacakan oleh assek I Suparmono usai mengukuhkan kader Pancasila Kalurahan Sendangadi Kapanewon Mlati menyampaikan dengan dikukuhkannya sebagai kader Pancasila, memiliki tugas yang cukup berat dan mulia.

Yaitu memberikan contoh dan mengajak seluruh masyarakat untuk mengamalkan nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila, dalam kehidupan sehari – hari.
Menurut Bupati, menjadi kader yang mengamalkan nilai Pancasila bukan tugas ringan. Diperlukan komitmen yang kuat, integritas diri dan konsistensi dalam pelaksanaannya.
Terlebih lagi Pancasila merupakan pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang harus kita terapkan, dalam kehidupan kita sehari – hari.
Tanpa pengamalan secara nyata dalam kehidupan, maka Pancasila hanya sekedar teks atau tulisan belaka.
Upaya revitalisasi dan aktualisasi nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan sehari – hari, perlu senantiasa kita lakukan karena dalam pertumbuhan dan perkembangan kebangsaan Indonesia.
Hal ini di karenakan banyak terjadi dinamika seiring dengan perubahan dan perkembangan jaman, era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini menjadikannya seperti pisau bermata dua.
Hal ini dapat digunakan untuk menguatkan nilai – nilai ideologi Pancasila kepada masyarakat dan generasi muda pada khususnya, atau sebaliknya berpotensi menjadi ancaman masuknya ideologi – ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Melalui media sosial faham – faham radikalisme atau ideologi – ideologi yang tidak sejalan dengan Pancasila, yang dapat diakses atau diunduh oleh masyarakat luas kapanpun dan dimanapun.
Maka dari itu, diperlukan filter yang kuat untuk perlindungan dari degradasi nilai – nilai Pancasila yang disebabkan oleh sumber informasi yang salah. Baik dari keluarga, di sekolah dan lingkungan tempat tinggal menjadi benteng yang efektif untuk menangkal penyesatan ideologi, oleh karena itu Pemkab Sleman senantiasa berupaya melakukan pendidikan karakter untuk membentuk karakter manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
Bupati berpesan, menjadi kader Pancasila berarti harus lebih paham, lebih siap dan lebih baik dalam pengamalan Pancasila. ” Tanggung jawab ini tidak main – main dan harus dilaksanakan dengan tekad yang kuat dan keteguhan hati” ujarnya.
Bupati Kustini berharap, terselenggaranya workshop kader Pancasila dari awal sampai akhir yang diharapkan dapat menghasilkan kader Pancasila ini merupakan wujud sinergitas dan sekaligus indikasi komitmen yang tinggi dari berbagai pihak atas, kesadaran perlunya revitalisasi dan reaktualisasi nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (Ang)




