Kejanggalan Kasus Brigadir J Mulai Terkuak

0
119
Autopsi ulang Brigadir J Foto: CNN Indonesia

JAKARTA – Sudah satu bulan perhatian publik tertuju pada Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta. Beraneka peristiwa penting — mulai dari fenomena Citayam Fashion Week, pelbagai agenda Presiden Jokowi, hingga ingar-bingar persiapan Pemilu 2024, tak mampu mengalihkan perhatian rakyat pada kasus kematian Brigadir J, yang ditembak di rumah KadivPropam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Sejak awal polisi menyodorkan cerita kematian Brigadir J yang tak diterima nalar publik. Dari mulai rakyat kecil, pengamat hukum, anggota DPR, Menko Polhukam Mahfud MD hingga Presiden Jokowi memberikan atensi terhadap perkara yang menabrak akal sehat itu.

Kematian Brigadir J di rumah dinas KadivPropam Polri, Irjen Ferdy Sambo, baru diumumkan ke publik pada Hari Senin, 11 Juli 2022. Padahal, kematian Brigadir J terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022. Selama tiga hari yang penuh misteri itu banyak hal bisa saja terjadi. Tempat kejadian perkara (TKP) bisa saja mengalami kerusakan tanpa ada pengawasan yang memang diperlukan.

Menko Polhukam Mahfud MD menilai lambatnya informasi awal ini tak masuk akal. “Apakah hari libur tak boleh ada proses pengusutan tindak pidana. Kalau alasannya 3 hari karena hari libur, apakah hari libur masalah pidana boleh ditutup-tutupi begitu,” sindir Mahfud MD.

Keluarga Brigadir J melalui kuasa hukumnya, Kamaruddin Simanjuntak, menyebut bahwa pihaknya memiliki bukti elektronik adanya polisi yang melarang keluarga membuka peti jenazah Brigadir J. “Kami ada bukti elektronik rekaman video,” ungkap Kamaruddin Simanjuntak.

Dalam video tersebut bahkan terlihat dan terdengar jelas tangisan keluarga yang meminta peti jenazah Brigadir J dibuka. Kamaruddin menegaskan pihaknya akan menyerahkan bukti tersebut kepada penyidik agar kasus ini semakin terang benderang.

“Kami jelas melihat di dalam video itu mereka (keluarga Brigadir J,red) histeris teriak ‘buka, buka, buka’ sambil ada tangisan. Namun, tidak segera dibuka. Jadi, itu bukti yang tak terbantahkan,” tegasnya.

Sementara itu dari Divpropam Polri, Kombes Leonardo Simatupang, membantah jika mereka disebut melarang keluarga membuka peti jenazah. “Tidak pernah saya untuk melarang buka peti. Karena enggak bagus dilihat keluarga, kami punya keluarga juga,” ujar Leonardo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini