RADAR NASIONAl,(Sleman )— Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus berupaya memperkokoh jiwa patriotisme masyarakat di tengah gempuran arus informasi digital.
Hal ini diwujudkan, melalui pembukaan Latihan Dasar Bela Negara yang dipusatkan di Balai Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Senin (13/4/2026).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 15 April 2026 ini mengusung tema “Meneguhkan Kembali Bela Negara di Era Digital untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa”. Sebanyak 60 perwakilan masyarakat dari berbagai unsur di Kalurahan Donoharjo dilibatkan secara< aktif untuk mendalami nilai-nilai kebangsaan yang adaptif dengan perkembangan zaman.
Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Nurlia Ardianti Putri, saat membuka acara menyatakan bahwa penguatan rasa cinta tanah air merupakan tanggung jawab kolektif, termasuk lembaga legislatif. Menurutnya, di era digital yang penuh dengan potensi polarisasi, nilai-nilai bela negara harus menjadi kompas bagi masyarakat dalam berinteraksi dan menjaga harmoni sosial di tingkat akar rumput.
“Lembaga legislatif< berkomitmen penuh mendukung program yang memperkuat nilai kebangsaan. Kita ingin memastikan bahwa setiap warga negara memiliki imunitas yang kuat terhadap ideologi yang dapat memecah belah bangsa, terutama melalui ruang digital. Semangat bela negara harus hadir sebagai solusi atas tantangan persatuan saat ini,” ujar Nurlia Ardianti Putri dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, narasumber dari Pusat Pengembangan Bela Negara UPN Veteran Yogyakarta, Hari Kusuma Satria Negara, menekankan bahwa bela negara bukan lagi sekadar kewajiban formal kenegaraan, melainkan panggilan moral yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mendorong peserta untuk menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat gotong royong di lingkungannya.
“Bela negara adalah panggilan moral setiap warga. Mulailah dari diri sendiri, lingkungan terdekat, dan teruskan ke masyarakat luas. Mari kita jaga Indonesia dengan cinta, aksi nyata, dan semangat gotong royong yang tidak pernah padam, khususnya di media sosial dan ruang publik lainnya,” tegas Hari Kusuma Satria Negara di hadapan para peserta.
Selain penguatan mental dan moral, peserta juga dibekali materi mengenai pertahanan negara yang disampaikan oleh Danramil Ngaglik, M. Mustofa. Dalam paparannya yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002, ia menekankan bahwa sistem pertahanan Indonesia bersifat semesta, yang artinya melibatkan seluruh komponen masyarakat sebagai kekuatan pendukung yang strategis.
Melalui pelatihan intensif ini, Kesbangpol Sleman berharap para peserta dapat menjadi motor penggerak dalam menjaga kondusivitas wilayah. Dengan pemahaman bela negara yang kontekstual, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menghadapi tantangan digital sekaligus menjadi garda terdepan dalam merawat keutuhan NKRI mulai dari level kalurahan.(Ang)





