Sadis, Korban Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara Jadi 12 Orang 

0
186
Ilustrasi
Ilustrasi Jenazah Foto: iNews.id

RADARNASIONAL  – Aksi dukun palsu bernama Slamet Tohari atau Mbah Slamet (45) di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah menggegerkan publik.

Tak main-main, jumlah sementara korban sang dukun pengganda uang tersebut hingga kini telah mencapai belasan orang dengan kondisi seluruhnya tewas dan telah dikubur.

Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengatakan, sebanyak 12 jenazah korban pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Mbah Slamet telah ditemukan.

“Hari ini (4/4) ditemukan lagi dua jenazah, sehingga total ada 12 jenazah,” kata Hendri kepada wartawan di lokasi penguburan jenazah korban, Selasa (4/4).

Dalam konferensi pers tersebut, tersangka Mbah Slamet turut dihadirkan dan Kapolres memintanya untuk mengingat identitas korban yang dikubur di setiap titik yang telah digali oleh petugas.

Dari sejumlah lubang bekas tempat menguburkan jenazah korban itu, Mbah Slamet hanya mampu mengingat satu titik saja, yakni dua jenazah yang baru ditemukan pada hari Selasa (4/4, sedangkan lainnya tidak mengingat.

“Tadi Slamet ditanya lubang ini atas nama siapa, dia lupa, lubang yang lain juga lupa. Tapi yang (lokasinya) paling atas, yang terakhir hari ini, dia masih ingat,” jelas Hendri.

Berdasarkan keterangan tersangka, kata Hendri, jenazah yang ada di dalam lubang itu atas nama Erzat bersama istrinya yang tidak diketahui namanya dan berasal dari Lampung.

Kendati demikian, dia mengaku belum bisa memastikan karena keterangan tersangka saat diinterogasi kadang-kadang berubah.

“Tapi untuk yang hari ini (4/4) dia bilang bahwa itu atas nama Erzat dan satu lagi yang perempuan istrinya, namun dia tidak mengenal. Jadi hari ini kami menemukan dua jenazah, sehingga total ada 12 jenazah,” jelasnya.

Kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Mbah Slamet itu terungkap berkat laporan GE yang merupakan anak salah seorang korban berinisial PO (53), warga Sukabumi, Jawa Barat, pada 27 Maret 2023.

Laporan tersebut didasari atas pesan yang dikirimkan korban melalui WhatsApp kepada anaknya yang lain, yakni SL (adik dari GE) pada 24 Maret 2023 yang mengabarkan jika PO sedang di rumah Mbah Slamet.

Selain itu, PO juga berpesan jika sampai hari Minggu, 26 Maret 2023, dirinya tidak pulang, SL dan GE diminta untuk datang ke rumah Mbah Slamet dengan didampingi aparat kepolisian.

Atas dasar laporan GE, petugas Satreskrim Polres Banjarnegara segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya menemukan jasad PO terkubur di jalan setapak yang menuju hutan Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, pada Sabtu, 1 April 2023.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, PO dibunuh oleh Mbah Slamet dengan cara diberi minuman yang telah dicampur potas (potassium sianida). Hal itu dilakukan karena Mbah Slamet kesal ditagih terus-menerus oleh korban.

Dalam hal ini, tersangka Mbah Slamet menjanjikan akan melipatgandakan uang sebesar Rp 70 juta yang disetorkan PO menjadi Rp 5 miliar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini