RADAR NASIONAL,-(Sleman),-GUNA menumbuh kembangkan cinta tanah air dan semangat ,Badan Kesbangpol Pemkab Sleman bekerja sama Carya Budhi Chantya menggelar Pasar Bela Negara edisi ke 24 di Lapangan Pemda Sleman.Jumat,(10/4/2026)
Kegiatan rutin kembali digaungkan odan digelar rutin setiap Jumat pagi ini menjadi ruang kolaboratif antara edukasi kebangsaan dan pemberdayaan masyarakat.
Pasar Bela Negara tidak hanya menghadirkan ragam kuliner tradisional,bazar hasil bumi serta layanan perizinan gratis tanpa biaya sebagai bentuk nyata penguatan nilai bela negara di tengah masyarakat.

Salah satu agenda utama dalam edisi kali ini adalah talkshow bertema “Merawat Kebhinekaan, Cinta Tanah Air, dan Bela Negara” yang dipandu oleh Lina Syafira. Diskusi ini menghadirkan dua narasumber muda inspiratif, yakni perwakilan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI), Kintan Dewinta Putri dan Sauzan Fadhila.
Dalam pemaparannya, Kintan Dewinta Putri menyoroti adanya krisis identitas budaya Jawa, khususnya di kalangan generasi muda di Sleman. Ia menekankan bahwa salah satu faktor utama adalah mulai ditinggalkannya penggunaan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.
“Bahasa adalah pintu masuk budaya. Jika tidak dibiasakan sejak dini, maka identitas itu perlahan akan hilang,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sausan Fadhilia Zain menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Ia juga memperkenalkan peran Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) sebagai wadah pembinaan bagi para purna Paskibraka yang telah menyelesaikan tugas serta mengikuti Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP).
Menurutnya, DPPI hadir sebagai mitra Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila di masyarakat. Selain berstatus sebagai Duta Pancasila, anggota DPPI juga diharapkan menjadi teladan bagi generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap Pasar Bela Negara tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat, tetapi juga ruang edukasi kebangsaan yang mampu memperkuat identitas budaya serta semangat bela negara di tengah arus globalisasi.(Ang)





