RADAR NASIONAL,–Tahlil, tahmid dan khalimah thoyibah mengawali peringatan haul ke 17 HM Soeharto di Monumen Jogja Kembali Sariharjo,Ngaglik,Sleman.Senin(27/1/2025)
Dalam acara tersebut juga digelar pameran lukisan bertajuk HM Soeharto imajinasiku diikuti sebanyak 17 perupa DIY dan Jateng.
Dalam sambutannya Ketua Barahmuukis DIY DR.Hajar Pamadhi MA(Hons) mengatakan pameran berlangsung sederhana tetapi bisa menunjukkan kepada masyarakat tentang sosok Soeharto yang luar biasa dalam pengabdiannya untuk bangsa dan negara.
Pak Harto itu adalah sosok anak desa yang kehidupannya tradisional,tidak disangka akan menjadi presiden.

“Kami setiap tahun sebetulnya mengadakan kegiatan seperti ini. Kali ini lebih besar dari hari-hari sebelumnya karena hari ini yang ke-17. Angka keramat bagi bangsa kemujuran,” ungkap Ketua Panitia, Nanang Dwinarto.
Menurutnya wajar sosok Soeharto diusulkan sebagai Pahlawan Nasional, peran Soeharto sudah banyak sekali terhadap negeri ini.
“Saya kira syarat-syaratnya sudah terpenuhi untuk menjadi Pahlawan Nasional,” tandas Nanang.
Ditambahkan, pelukis yang terlibat yaitu: Totok Buchori, Agus Wayang, MN Wibowo, Warsiyah, Darmila Salam, Nur Azizah Zie, Mamiek Slamet, Watie Respati, Irma PR, Hajar Pamadhi, Harbani Setyawati, Nawa Mulia Sabuwana, Justina TS, Heru Dodot Widodo, Heri Laksono, Eni Setyaningsih dan Hartono perupa Semarang.
Ia juga menyampaikan, sebetulnya banyak sekali yang mau ikut memamerkan lukisan Pak Harto ini tetapi panitia hanya mengambil 17 karena sesuai dengan Haul ke-17. Selain lukisan Pak Harto ada juga beberapa patung karya Yusman dipamerkan dalam bentuk spot foto.
Salah seorang perupa dari Semarang, Hartono, mengatakan keterlibatnya dalam pameran ini atas undangan panitia. Karyanya diberi judul ‘Blessing Smile’ atau berkah senyum. Maknanya, senyum memiliki ruang yang sangat menyenangkan karena tersenyum adalah awal kemudahan.

Hartono menyatakan menyanggupi untuk mengikuti kegiatan pameran atas undangan panitia.
Dari gambaran panitia bisa menangkap bahwa pameran di museum tersebut memiliki nilai plus secara edukatif. Maka kemudian ia mencari apa yang bisa dihadirkannya ke dalam pameran . Hasilnya, yakni inspirasi tentang senyum itu akan memberkahi umur kita semua.
“Nah sosok Pak Harto inilah figur yang saya pahami sebagai senyum yang enak yang sederhana. Supaya bisa membingkai gagasan Blessing Smile keberkahan dari senyum itu sendiri,” ungkap Hartono, pelukis kelahiran Sukoharjo.(Sani)





