Plt. Kepala DP3 Sleman Harapkan Validitas Data Harga dan Peningkatkan Mutu Gabah Petani

0
180
Petugas Peenyuluh Pertanian Lapangan (PPL) peran penting menentukan keberhasilan swasembada pangan. Radnas/Ist

RADAR NASIONAL,— Penyuluh Pertanian Lapangan  sebagai petugas pengumpul data mempunyai peran vital dalam menentukan keberhasilan swasembada pangan nasional.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Ir.Suparmono,MM dalam sambutannya mengawali Bimbingan Teknis kepada Enumerator Harga Gabah dan Beras Perum Bulog Kanwil Yogyakarta di Aula Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman. Jum’at (24/01/2025)

Menurutunya, dalam rangka mewujudkan Astacita, pemerintah mengeluarkan kebijakan tegas untuk membeli gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

“Setiap hari DP3 Sleman harus mengikuti zoom meeting yang diselenggarakan oleh Kementrian Pertanian khususnya untuk mengontrol data Luas Tambah Tanam (LTT) dan Luas Panen (LP) padi dan jagung. Selain itu petugas juga harus melaporkan data harga gabah, apakah sudah sesuai dengan HPP atau belum. Data  Kementan tergantung pada “pena” PPL sebagai petugas pengumpul data. Selain itu PPL juga harus memahami kriteria standar data yang benar  dan valid,” terang Suparmono.

Manajer Pengadaan Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Fansuri Perbatasi bahwa Bulog terus melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan Dinas Pertanian, Petugas PPL, Gapoktan, Penggilingan, terkait HPP yang baru.

“Ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) baru ini berlaku mulai 15 Januari 2025. Melalui sosialisasi ini diharapkan ada pemahaman yang sama mengenai harga dan kualitas yang ditentukan. Melalui koordinasi ini bisa menjalin sinergi yang kuat sehingga penyerapan gabah yang dilakukan Bulog bisa maksimal. Sekaligus menjaga harga gabah di tingkat petani sesuai dengan ketentuan,” jelas Fansuri.

Lebih lanjut, Fansuri menyatakan kesiapan Bulog untuk menyerap gabah hasil panen petani di seluruh wilayah kerja Kanwil Yogyakarta pada masa panen Masa Tanam (MT) 1.

Harga pembelian Bulog kepada petani sesuai dengan keputusan Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2025, yang diatur sebagai berikut,

1. Gabah Kering Panen (GKP) di petani sebesar Rp 6.500/kg dengan kualitas kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%’
2. Gabah Kering Panen (GKP) di penggilingan sebesar Rp6.700/kg dengan kualitas kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%
3. Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan sebesar Rp8.000/kg dengan kualitas kadar air maksimal 14% dan kadar hampa maksimal 3%
4. Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Bulog sebesar Rp8.200/kg dengan kualitas kadar air maksimal 14% dan kadar hampa maksimal 3%
5. Beras di gudang Bulog sebesar Rp 12.000/kg dengan kualitas derajat sosoh minimal 100%, kadar air maksimal 14%, butir patah maksimal 25%, dan butir menir maksimal 2%
Dalam  uji sampel mutu gabah yaitu dengan mengukur kadar air dan kadar hampa gabah serta simulasi penentuan harga gabah. Dari hasil uji 3 sampel yang dilakukan pada saat bimtek diperoleh data sebagai berikut:
Sampel Kadar Air Kadar Hampa HPP (Rp)1.16,5 12,23 6.075,2. 27,4,3 6.200. 331,27,9 6.200

Menanggapi  uji kualitas gabah, Plt. Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan mengharapkan agar PPL terus  mengupayakan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan budidaya padi para petani.

“Disaat musim penghujan, intensitas cahaya matahari lebih sedikit, berdasarkan penelitian, jumlah gabah isi juga ditentukan oleh teknik budidaya pada fase vegetatif dan kondisi cuaca, terutama intensitas cahaya matahari 30-45 hari sebelum panen,” ucap Suparmono.(Gin)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini