Peran Generasi Muda dalam Pemilu 2024, Sengketa Melalui Badan Independen

0
180
radarnasional.co.id
Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Joko Purnomo menjadi narsum sosialiasi peran generasi muda dalam Pemilu 2024. (Foto: Kapenrem for Radar Nasional)

RADARNASIONAL – Pentingnya deteksi dini dan strategi mitigasi terjadinya sengketa pemilu.

Hal tersebut disampaikan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Joko Purnomo dalam sosialisasi peran generasi muda dalam Pemilu 2024 yang diselenggarakan Bawaslu DI Yogyakarta di sebuah hotel di Yogyakarta. Minggu (29/10/23).

Sosialisasi dengan tema: Peran Generasi Muda dalam Mitigasi Terjadinya Sengketa Antar Peserta Pemilu 2024 pada tahapan Pencalonan DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Sosialisasi dihadiri Ketua Bawaslu DIY Drs. Mohammad Najib, Komisioner Bawaslu DIY Umi Liliyana, Kabag P3SPH Bawaslu DIY Cahyo Febriyanto Tadhery, Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda DIY AKBP Tri Wiratno dan Perwakilan organisasi sayap Partai se DIY.

Menurutnya perkembangan Pemilu 2024, dimulai dari seleksi latar belakang pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu, tahapan pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih.

Saat ini sedang berlangsung penyusunan peraturan KPU berkaitan pencalonan anggota DPD, pencalonan anggota DPR dan DPRD, penetapan Capres dan Cawapres, masa kampanye,  pemungutan dan penghitungan suara, rekap hasil penghitungan suara, rekap hasil penghitungan suara, pengucapan sumpah DPR dan DPD, pengucapan sumpah presiden dan wakil presiden.

radarnasional.co.id
Danrem 072/Pamungkas menyampaikan materi peran generasi muda dalam Pemilu 2024 di Yogyakarta. Minggu, 29/10/23, (Foto: Kapenrem for Radar Nasional)

Sengketa pemilu adalah pernyataan klaim-klaim atau hak-hak yang bertentangan antara pihak yang terlibat dalam sebuah proses hukum.

“Prinsip penyelesaian sengketa Pemilu harus memenuhi prinsip dengan segera, menyeluruh, dan efektif melalui badan-badan independen dan tidak berpihak.” ujarnya.

Danrem berharap agar semua tidak terkotak-kotak hanya karena berbeda calon dan aspirasi.

Apalagi hujat-menghujat dan bermusuhan karena berada di pihak yang berbeda kubu dan partai.

Masyarakat menginginkan kemajuan dan kemartabatan bangsa, bukan menjadikan Pemilu sebagai ajang perebutan kekuasaan semata. ( Isan )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini