Literasi Media dan Adaptasi Teknologi, IWO Sleman Perkuat  Anggota di Era Digital

0
62
Sebagian peserta FGD Literasi Media Peran AI dalam Jurnalistik diselenggarakan IWOI Sleman,(Radnas-Isan R)

RADAR NASIONAL,--(Yogyakarta),- Literasi media tidak hanya sekadar memahami bagaimana berita diproduksi dan dikonsumsi, tetapi juga menyangkut kesadaran untuk membangun relasi kemanusiaan melalui komunikasi yang bermakna.

Demikian  disampaikan, Sekjen DPD PUTRI DIY Agus Budi Rachman, saat menjadi pembicara FGD dengan tema  “Literasi Media dan Adaptasi Teknologi” yang diadakan  Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia Kabupaten Sleman di Loman Park Hotel Yogyakarta.Kamis,(26/6/2025).

Dua narasumber tengah menyampaikan materi dalam Literasi Media dan Adaptasi Teknologi. (Radnas-Ist)

FGD menampilkan  narasumber, Sekjen DPD PUTRI DIY Agus Budi dosen FISIPOL UGM, Dr. Mufti Nurlatifah, M.A. Dibuka Ketua DPD  IWOI Sleman Yupiter Ome,  mengatakan  pentingnya  peningkatan  kapasitas  anggota  agar  tidak  hanya mampu  menyesuaikan diri dengan  perubahan  zaman, tetapi  juga menjadi  agen perubahan  di tengah masyarakat yang semakin melek teknologi.

Penandatanganan MoU. (Radnas-Ist)

Dalam paparannya, mengatakan jurnalisme bukan hanya sekadar menyampaikan pesan, tetapi membentuk ekosistem sosial yang menyatu antara manusia, lingkungan, dan bahkan spiritualitas. Saat ini dunia sedang memasuki fase transisi besar — dari era energi menuju era kesadaran. Jurnalis memegang peran penting sebagai penyampai pesan sekaligus penjaga nilai-nilai kemanusiaan.

“Seorang jurnalis harus mampu merasakan denyut kehidupan masyarakat, menangkap kegelisahan sosial, dan mengangkatnya menjadi narasi yang mencerahkan,” ujarnya.

Agus mengajak peserta untuk tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki awareness terhadap dampak sosial dari berita yang ditulis. Ia mendorong para wartawan untuk menjadi penghubung antar manusia melalui pemberitaan yang jujur, empatik, dan membangun.

” Kualitas sebuah berita kini dapat terbaca bahkan dari judulnya. “Judul berita itu ibarat pintu. Pemirsa sekarang cerdas, mereka bisa menilai apakah berita ini hanya sensasional atau betul-betul mendalam dan mencerahkan. Di sinilah peran wartawan sebagai perancang narasi menjadi sangat penting,” tegasnya.

Sementara itu, dosen FISIPOL UGM, Dr. Mufti Nurlatifah, M.A., menyampaikan materi seputar tantangan dan peluang di era kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, AI tidak harus dipandang sebagai ancaman, tetapi justru sebagai alat bantu yang bisa meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja jurnalistik.

“Teknologi seperti Google Maps, ChatGPT, atau bahkan sistem otomatisasi konten sekarang sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Wartawan harus bisa memanfaatkannya sebagai alat bantu, bukan sebagai pesaing,” jelas Mufti.

Ia juga menyoroti pengakuan Dewan Pers terhadap AI sebagai bagian dari ekosistem media. “Ini artinya, adaptasi terhadap teknologi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Wartawan yang mampu beradaptasi akan tetap relevan, sementara yang menolak perubahan bisa tertinggal,” tambahnya.

Dalam sambutan Bupati Sleman yang dibacakan  Staf  Ahli Bupati  Bidang  Pemerintahan dan Hukum , Anton  Sudjarwo,mengapresiasi IWO Sleman  atas diselenggarakan literasi  media  yang sejalan dengan  arah kebijakan  pemerintah daerah dalam penguatan  SDM di bidang  komunikasi  dan informasi.

Sementara dalam sesi sharing Ketua IWOI Sleman Yupiter Ome dengan materi Tata Kelola Oganisasi Profesi Wartawan On Line. Sedang materi Membangun Ekosistem Kolaborasi Media Lokal oleh Madiyo Sriyanto, bidang OK IWOI Sleman.  Acara dipungkasi dengan penandatangan  MoU antara  Ketua IWOI Sleman Yupiter Ome dengan  Direktur  Katalis  Narasi Indonesia  Agung  Murtono.(San)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini