
RADAR NASIONAL,-(Sleman)- Guna memperluas inklusi keuangan dan mendorong transformasi sistem pembayaran digital Bank Indonesia Perwakilan DIY Jogja Qristimewa 2025, Launching QRIS TAP Sektor Transportasi DIY dan Kick-Off Nasional QRIS Jelajah Indonesia 2025 di Kasultanan Ballroom Hotel Royal Ambarukmo, Sleman, Senin (4/8/2025).
Peluncuran dihadiri, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X,Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Dec Jerry Manungkalit, S.I.P. Forkopimda DIY, para pejabat TNI–Polri, instansi vertikal, serta stakeholder terkait dengan juga dihadiri sejumlah undangan lainnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Vianingsih Indarta, dalam Talkshow Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Sinergi dan Inovasi Pembayaran Digital, menyampaikan bahwa peluncuran QRIS TAP sektor transportasi ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas inklusi keuangan dan mendorong transformasi sistem pembayaran digital yang menyeluruh, efektif, dan inklusif.
Lebih lanjut Deputi Gubernur BI menekankan bahwa digitalisasi tidak sekadar tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana inovasi dapat menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan produktivitas nasional.
“QRIS Jelajah Indonesia 2025 dirancang untuk meningkatkan kesadaran, mempercepat adopsi, dan memperluas cakupan implementasi QRIS di seluruh wilayah Indonesia.”
Dalam sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa transformasi digital yang dilakukan di DIY bukan hanya sekadar adopsi teknologi, tetapi sebagai bentuk kecerdasan budaya dalam menjaga nilai-nilai lokal di tengah perubahan.
Peluncuran QRIS di sektor transportasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif, berkeadilan, dan menyatu dengan denyut nadi ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara regulator, pemerintah daerah, TNI-Polri, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah yang berkelanjutan. (*)




