Gerimis Iringi Pemakaman Raja Karaton Surakarta Hadiningrat Paku Buwono XIII di Pajimatan, Imogiri

0
89
Hujan gerimis tipis dan aroma asap ratus ( kemenyan-Jawa) mewarnai prosesi perjalanan pemakaman Raja Karaton Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono XIII menuju di Makam Pajimatan Raja raja di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (5/11/2025)
Hujan gerimis tipis dan aroma asap ratus ( kemenyan-Jawa) mewarnai prosesi perjalanan pemakaman Raja Karaton Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono XIII menuju di Makam Pajimatan Raja raja di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (5/11/2025)

RADARNASIONAL – (Bantul) – Hujan gerimis tipis dan aroma asap ratus ( kemenyan-Jawa) mewarnai prosesi perjalanan pemakaman Raja Karaton Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono XIII menuju di Makam Pajimatan Raja raja di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (5/11/2025).

Sudah dapat dipastikan di sepanjang jalan Imogiri timur masyarakat antusias memadat disepanjang jalan yang melihat iring-iringan, yang membawa jenazah PB XIII.

Sesekali aroma bau ratus masih mewarnai disepanjang jalan yang dilewati iring-iringan.

Masyarakat cukup puas melihat iring-iringan pembawa jenazah PB XIII dari jauh.

Khusus ketika memasuki di kawasan Jejeran yang menjadi jalur iring-iringan jenazah PB XIII menuju kompleks pemakaman.

 

Tahlil dan tahmid yang dilantunkan abdi dalem pametak menggema menyambut kedatangan jenazah menuju ke peristirahatan akhir di Komplek Makam Pakubuwanan.

Cuaca yang tadinya panas terik sejak pagi perlahan menjadi sejuk sesekali bau aroma ratus masih terasa terbawa semilir angin

Hujan gerimis ini tak menyurutkan minat warga masyarakat untuk menyaksikan kedatangan jenazah Raja Karaton Surakarta Hadiningrat.

Warga masyarakat yang berjejer disepanjang jalan menuju gapura depan kompleks makam Pajimatan menyemut hingga masuk ke anak tangga.

Akhirnya pukul 12.33 WIB, ambulans pembawa jenazah PB XIII tiba di kompleks Pajimatan. Peti jenazah kemudian dikeluarkan dari ambulans dan ditempatkan ke tandu putih yang telah disediakan, bersama payung dan foto mendiang PB XIII yang mengenakan pakaian kebesaran keprabon.

Setelahnya, dilakukan upacara serah terima dari keluarga Kasunanan Surakarta melalui Senopati Lampah kepada Bupati Pajimatan Imogiri. Kemudian bregada membuka jalan di lautan manusia ke arah anak tangga.

Sesaat sebelum arak-arakan jenazah berangkat meniti anak tangga, rintik hujan perlahan hilang.

Arak-arakan jenazah kemudian berjalan diiringi alunan tahlil dari abdi dalem. Sepanjang perjalanan sampai ke Masjid Pajimatan, alunan tahlil terus terdengar. Tiba di masjid, jenazah PB XIII disemayamkan sejenak untuk disholatkan jenazah.

Usai disholatkan, jenazah kemudian diusung untuk di bawa naik ke kompleks makam Pakubuwanan Dengan meniti anak tangga pelan pelan penuh hikmah mengusung secara bergantian.

Memurut penuturan salah seorang abdi ndalem makam Pajimatan menuturkan jumlah anak tangga lebih dari 300 anak tangga hingga menuju keatas.

Salah seorang warga yang datang ke Makam Imogiri Beni Purwanto mengaku sengaja datang dari Tangerang untuk ikut mengantarkan jenazah Paku Buwono XIII ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Beni menceritakan dirinya juga sempat datang melayat ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Beni menyebut dirinya ingin tahu bagaimana prosesi pemakaman seorang raja dilaksanakan. “Saya ingin tahu prosesinya bagaimana. Kemarin dari Solo juga ikut melayat. Hari ini saya datang ke Makam Imogiri naik bis,” tutur Beni.

“Ya ingin nguri-nguri budaya. Kebetulan saya orang Jawa. Ini leluhur kita,” imbuh Beni.

Senada dengan Beni, Wawan Sucipto warga Kulon Progo juga menyebut dirinya sengaja datang ke Makam Imogiri untuk melihat prosesi pemakaman seorang raja.”Saya datang dari Kulon Progo sama istri sama cucu saya.

Saya pengen lihat bagaimana prosesi pemakaman Raja itu dilakukan. Selain itu juga ingin memberikan penghormatan kepada Paku Buwono XIII,” katanya.(Djoek)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini