Kirab  Mangayubagya 80 Tahun Yuswa Dalem Sri Sultan HB X, Diikuti 12 ribu Pamong Kalurahan se DIY

0
53

RADAR NASIONAL -(Yogyakarta)  Sebanyak 12.000 lebih pamong kalurahan dan unsur Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti Kirab Mangayubagya 80 Tahun Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, yang dipusatkan di kawasan Titik Nol menuju Pagelaran Kraton Yogyakarta.Kamis,(2/4/2026).

Dalam event bernuansa tradisionil tersebut Pemerintah Kalurahan Condongcatur mengikut sertakan 23 personel dalam Kirab budaya Mangayubagya 80 Tahun Yuswa Dalem Sri Sultan HB X dengan titik kumpul di depan Gedung Agung atau Titik Nol Kilometer Yogyakarta bersama barisan Kapanewon Depok kontingen Kabupaten Sleman.

Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Kirab dan Pisowanan Mangayubagya 80 Tahun Yuswa Dalem Sri Sultan HB X merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kalurahan dalam menjaga budaya dan pengabdian kepada masyarakat.

 

“Kami hadir bukan sekadar mengikuti kegiatan, tetapi sebagai wujud tanggung jawab dan pengabdian. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus nguri-uri budaya, memperkuat kebersamaan, dan mendukung kepemimpinan Ngarso Dalem,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pisungsung berupa produk UMKM adalah representasi kekuatan masyarakat Condongcatur. “UMKM adalah kekuatan kami. Apa yang kami persembahkan hari ini adalah bukti bahwa masyarakat mampu bergerak, mandiri, dan memberikan kontribusi nyata bagi Yogyakarta,” lanjutnya.

Pemerintah Kalurahan Condongcatur memastikan bahwa semangat dari kegiatan ini akan ditindaklanjuti secara konkret. “Ke depan, kami akan terus memperkuat pemberdayaan masyarakat, khususnya sektor UMKM, serta memastikan pembangunan berjalan selaras dengan nilai budaya dan kepentingan masyarakat,” papar Reno.

“Kami bersama pamong Kalurahan menyerahkan hasil bumi perdesaan sebagai pisungsung warga kepada Ngarso Dalem Sri Sultan HB X, sebagai Raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di Pagelaran Keraton,” ungkapnya.

Setiap peserta yang terdiri dari Pamong Kalurahan/Kelurahan se-DIY, perwakilan Kapanewon/Kemantren, abdi dalem Keraton Yogyakarta, serta paguyuban seperti Nayantaka dan Sekartejo membawa hasil bumi sebagai simbol rasa syukur masyarakat kepada Ngarsa Dalem dalam tradisi budaya.

Di Provinsi DIY terdapat ada 438 Kalurahan/ Kelurahan, setiap Kalurahan mengirimkan 20 sampai 30 pamongnya mengenakan busana yang telah ditentukan dengan urutan Kirab sbb:

Urutan pertama, Kota Yogyakarta start dari Museum SO 1 Maret pukul 07.00 WIB dengan jumlah peserta 1.364 orang (273 baris). Urutan kedua, Kabupaten Sleman start jam 07.15 WIB dengan jumlah peserta 2.597 orang (520 baris).

Selanjutnya urutan ketiga, Kabupaten Bantul start jam 07.45 WIB dengan jumlah peserta 2.267 orang (454 baris). Urutan kempat, Kabupaten Gunungkidul start jam 08.15 WIB dengan jumlah peserta 4.338 orang (868 baris). Urutan kelima, Kabupaten Kulonprogo start jam 09.00 WIB dengan jumlah peserta 2.652 orang (531 baris). Peserta start dari Monumen SO 1 Maret menuju Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta.(san)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini