RADAR NASIONAL ,–Institusi Kepolisian dibawah manapun tidak menjadi masalah,selama tidak tunduk pada kekuasaan.Polisi harus berperan sebagaimana sosok polisi membela kepentingan dan pengayom masyarakat, Polisi di bawah kekuasaan,jika kemudian kekuasaan itu negatif kepada rakyat , maka Polisi ikut memberi justifikasi, ini yang kita sesalkan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD RI H Tamsil Linrung saat tampil sebagai keynote speaker Seminar Nasional Reformasi POLRI bertema : “Mewujudkan Polri Yang Bermartabat, Profesional dan Berintegritas” di Auditorium Pasca Sarjana UGM,Yogyakarta Kamis(13/3/2025.)
Menurutnya, dibawa kemanapun, selama Polisi bisa memerankan dirinya secara independen kalau perintah kekuasaan adalah menyimpang dari integrigtas dari karakter itu tidak boleh dijalankn, harus ada sikap kritik,karena Polisi bukan dari kekuasaan.

” Kita tidak ingin seperti itu, jangan sampai lorong gelap Indonesia justru yang ada di alamnya adalah peran Kepolisian,berganti kekuasaan bukan berarti harus berganti Polisi karena selama Polisi memihak pada kekuasaan. ini tidak boleh terjadi.
Sementara itu, dalam sambutan pembukaan Ketua Kapasgama Khamim Zarkasi melaporkan kondisi institusi Kepolisian sbb, penilaian Polisi, Sangat Baik 7,1 %, Baik 36,4% cukup baik 205,3%,kurang baik 24%,tidak baik 7,9 % kesimpulan harapan masyarakat tentang Polri pertama penghormatan pada HAM,pelayanan transparan dan akuntabel,pengurangan praktek korupsi, peningkatan profesi,penguatan sinergi masyarakat.
Seminar Nasional menampilkan narasumber Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan,SIK,MH ,Eko Riyadi SH .Hum dosen FH UII/Direktur Pusham UII,Dr Wahyuni MM, MA (Komisioner Komnas Perempuan RI), Dr.Trisno Raharjo,SH.,MHum (Dosen FH UMY) Dr. Zaenal Arifin Mochtar, SH,LLM (Pakar HTN FH UGM/Peneliti Pukat),Jusman Dalle (Digital Strategist Consultan) dengan keynote speaker H Tamsil Linrung (Wakil DPD RI)
Minat masyarakat sangat tinggi terhadap acara ini. Sehingga acara yang semula akan dikemas dalam bentuk FGD, akhirnya dikembangkan menjadi Seminar Nasional.Dari target peserta dari mahasiswa,masyarakat,akademisi,berbagai komunitas,aktivis perempuan, mak mak ,netizen.
Peserta kegiatan datang dari berbagai kelompok sosial. Dari aktifis perempuan, pekerja sosial, mahasiswa, dan lain. Dengan jumlah peserta di atas 250 orang.(Isr)




