RADARNASIONAL – Kabupaten Sleman, ternyata memang tidak terlepas dari unsur – unsur budaya Hindu – Budha kuno.
Banyak bukti cagar budaya yang ditemukan di kawasan ini yang merujuk pada era tersebut, salah satu satunya adalah Prasasti Canggal yang ditemukan pada tahun 1879 di Candi Gunung Wukir, Kabupaten Magelang Jawa Tengah.
Prasasti peninggalan Kerajaan Mataram kuno tersebut antara lain, menyebutkan hutan gajah.” Seorang ilmuwan, budayawan, dan pakar sastra Jawa kuno bernama Dr. Raden Mas Ngabehi Poerbatjaraka pada tahun (1884-1964) juga berpendapat bahwa kata Sleman berasal dari penyebutan kunjarakunja yang berarti hutan gajah.
Kedua sumber ini, tampaknya sesuai sebab apabila hutan gajah di terjemahkan ke dalam bahasa Jawa, itu akan menjadi alas ing lima kata itu terdengar senada dengan pengucapan saliman atau Sleman.
Hal itu disampaikan oleh, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Sleman, Abu Bakar, S.Sos.,M.Si, saat acara Kuliner Autentik Khas Sleman di Rich Hotel Rabu (6/11/2024).
” Abu mengatakan, tentu saja Prasasti tersebut bukanlah satu – satunya yang digunakan sebagai sumber asal usul kata Sleman,” tuturnya.

Sebuah Prasasti lain yakni, Prasasti Salimar IV juga menyebutkan kawasan hutan Salimar yang diberikan oleh Raja Kerajaan Medang pada tahun 808 Masehi kepada seorang hakim adat atas jasanya bagi Kerajaan.
Lanjutnya, hutan tersebut menjadi kawasan perdikan atau sima yang artinya dibebaskan dari pajak.” Berdasarkan informasi pada Prasasti itu, bisa jadi kata Salimar kemudian bergeser penyebutannya menjadi Saliman lantas menjadi Sleman,” menarik bukan.
” Lebih lanjut, Abu menerangkan kalau begitu manakah sebenarnya yang menjadi asal usul kata Sleman.” Apakah gajah, hutan randu, atau malah gajah yang hidup di hutan randu. Sayangnya, tidak ada yang benar – benar tahu karena tidak ada bukti tertulis yang dapat dijadikan patokan pasti.” Walaupun begitu inilah Sleman, sebuah Kabupaten di Yogyakarta yang terkenal dengan salak pondoh dan dijuluki sebagai wilayah, seribu Candi meskipun kekhasan di dalamnya jauh lebih banyak dari pada itu.
Abu jua menjelaskan tentang Kuliner Autentik Khas Sleman, Jadah Tempe, Ayam Goreng Kalasan, Entok Slenget Pakem, Turi, Hidangan Belut Godean, Satai Kere Kaliurang, Satai Kere Godean, Satai Kelinci Kaliurang, Selondok Renteng Boyong dan Kopi Merapi,” tutupnya.
Dalam kesempatan ini juga hadir 2 pembahas Shinta, Spd, Msi. MA (bunda cinta) dosen dan praktisi pendidikan serta dari Politisi Sleman Yani Fathu Rahman, SpdI.(Ang)





