Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Sepasang Pria dan Wanita Ditangkap

0
146
Ilustrasi Bayi Foto: RS Pondok Indah

RADARNASIONAL – Seorang pria inisial R (45) bersama wanita inisial W (30) yang merupakan selingkuhannya ditangkap Polres Tulungagung, Jawa Timur.

Keduanya ditangkap polisi lantaran terlibat kasus pembuangan bayi prematur di jalan desa perbatasan Tulungagung dan Blitar pada Senin (20/3).

Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu M Anshori mengatakan, R bersama pasangan selingkuhnya berinisial W telah ditahan pihaknya.

Menurut dia, keduanya merancang skenario seolah menemukan bayi yang sebenarnya merupakan anak dari tersangka W.

“Hasil hubungan gelap mereka,” kata Anshori di Tulungagung, Kamis (23/3).

Dari pemeriksaan, diketahui bahwa keduanya telah menjalin hubungan gelap sejak November 2021.

Menurut Ansori, R diduga ingin merekayasa cerita seolah mengadopsi bayi yang tak sengaja dia temukan di tepi jalan.

“Dugaan motifnya kurang-lebih seperti itu. Tersangka tidak mau semata-mata merawat bayi hasil hubungan gelap karena bisa menjadi aib keluarga,” bebernya.

Sebelum lahir bayi laki-laki, R dan selingkuhannya W sempat beberapa kali melakukan upaya menggugurkan kandungan.

Mereka pernah mendatangi seorang dukun, namun gagal menggugurkan kandungannya.

Lalu mereka mencari orang sakti yang bisa memindahkan kandungan ke orang lain, tapi tak menemukan orang tersebut.

Gagal percobaan pertama, keduanya lalu berselancar di internet untuk mencari obat penggugur kandungan.

Ada tujuh kapsul yang diminum oleh WY, masing-masing obat diminum satu kapsul tiap satu jam.

Di jam ke delapan obat terakhir dimasukkan dalam kemaluan W.

“Jadi dengan sengaja keduanya membeli obat penggugur kandungan. Obat itu lalu dikonsumsi oleh W,” kata Anshori.

Setelah meminum obat tersebut, selang lima jam W mengalami kontraksi dan melahirkan bayi laki-laki berbobot 1,7 kilogram, panjang 40 cm pada Senin (20/3).

Kelahiran bayi itu terjadi di rumah W di Desa Mayangan, Kecamatan Ngantru. Lalu R membungkus bayi dengan kain batik dan dimasukkan dalam kardus.

Dengan mengendarai mobil, R lalu membawa bayi tersebut ke persawahan di Dusun Genengan, Desa Pojok, Kecamatan Ngantru.

R lalu pura-pura menemukan bayi itu dan membawanya ke Puskesmas Ngantru.

Bayi nahas itu sempat dimasukkan inkubator, diberi oksigen, dan dibantu jantungnya. Namun, akhirnya bayi malang itu meninggal dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini