RADAR NASIONAL, -(Sleman),- Menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia warga RT 10 RW 13 aksi bersih bersih gotong royong membersihkan lingkungan dan mengolah sampah organik Jumat (31/07/2026)
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat dipimpin Ketua RT 10, Bambang Sutrisno, serta didukung Ketua RW 13 Guntoro dan Ketua Bank Sampah Apel Herliyanti.
Sebanyak 19 warga terdiri dari pria, anggota PKK, pengurus Bank Sampah Apel bersih bersih menata kawasan di sepanjang Jalan Mawar III, Jalan Cempaka, hingga gang-gang sekitar.
Selain memasang bendera Merah Putih, umbul-umbul, dan mengecat jalan lingkungan, warga menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas. Seluruh rumput dan dedaunan kering hasil pembersihan tidak dibuang ke tempat pembuangan akhir, melainkan langsung dipilah dan dimasukkan ke dalam empat unit komposter untuk diolah menjadi pupuk organik.
Ketua RT 10 RW 13, Bambang Sutrisno, menyampaikan bahwa momentum peringatan kemerdekaan ini dimanfaatkan untuk memperkuat budaya pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
“Semangat gotong royong adalah kekuatan masyarakat. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak seluruh warga menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membiasakan pengelolaan sampah organik agar memiliki nilai manfaat. Harapan kami, budaya kerja bakti tidak hanya dilakukan menjelang HUT Kemerdekaan, tetapi menjadi kegiatan rutin yang terus memperkuat kebersamaan warga,” ujar Bambang Sutrisno
Ketua Bank Sampah Apel, Herliyanti, menambahkan pemanfaatan kompos menjadi langkah efektif untuk mengurangi volume sampah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
“Rumput dan daun hasil kerja bakti tidak boleh dianggap sebagai limbah. Dengan komposter, semuanya dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman. Kami berharap semakin banyak warga yang membiasakan memilah dan mengelola sampah organik sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutur Herliyanti.
Sementara itu, Ketua RW 13 Guntoro mengapresiasi kebersamaan dan kesadaran lingkungan yang ditunjukkan oleh warganya. Rangkaian aksi kebersihan dan edukasi lingkungan tersebut kemudian ditutup dengan tradisi ramah tamah dan makan bersama yang disiapkan oleh ibu-ibu PKK. (*)





