Perkuat Kesiapsiagaanan, PMI mitra IFRC Serahkan bantuan Peralatan Medis kepada PMI Jateng PMI DIY

0
150

RADARNASIONAL,(DI Yogyakarta),-PMI Pusat bersama Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), dengan dukungan Pemerintah Jepang dan Yayasan Asia-Eropa (ASEF), menyerahkan bantuan peralatan medis melalui ASEF Stockpile Project kepada PMI Provinsi Jawa Tengah,PMI DIY.

Penyerahan ini bagian dari pengadaan 587 unit 7 provinsi, 25 klinik, dan 2 rumah sakit PMI. Untuk Wilayah Jawa Tengah diserahkan 222 unit , dan DIY menerima 84 unit .

Kegiatan program Stockpile sejak April 2024 sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan logistik kesehatan dalam menghadapi pandemi COVID-19 dan penyakit infeksius baru lainnya.

Peralatan medis yang diserahkan diantaranya perangkat layanan klinis, emergensi, diagnostik dasar diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di PMI.

“Di berbagai negara, termasuk Indonesia, menghadapi risiko besar munculnya berbagai penyakit, bencana alam yang disebabkan perubahan iklim ikut memicu meningkatnya resiko.

Sebagai negara kepulauan, menyimpan fasilitas medis dasar di setiap wilayah Indonesia sangat penting untuk memastikan respons awal terhadap penyakit menular. Saya yakin upaya kami ini akan mempermudah respons akurat dan cepat terhadap kebutuhan di lapangan.

  • Penyerahan bantuan di dua provinsi memiliki arti penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Jepang berjanji untuk terus bekerja sama dengan Indonesia melawan penyakit menular. ” ujar Haruka Aoki dari Perwakilan Kedutaan Besar Jepang.

Distribusi peralatan medis ini merupakan langkah penting untuk memastikan fasilitas kesehatan PMI siap merespons secara cepat, efektif selama keadaan darurat.

“Melalui kolaborasi antara Pemerintah Jepang, ASEF, IFRC, dan PMI akan memperkuat layanan bagi masyarakat di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Ancaman penyakit menular di Jawa Tengah potensi adanya risiko penularan penyakit cukup beralasan karena jumlah penduduk lebih besar dan cakupan wilayah luas.Sedang di DIY memiliki riwayat penyakit zoonosis seperti antraks dan merupakan tempat tinggal bagi populasi rentan yang berada di sekitar kawasan vulkanik.

Fasilitas kesehatan PMI Jateng dan DIY telah menunjukkan kapasitas yang kuat dalam memberikan layanan medis esensial kepada masyarakatnya, itulah sebabnya mereka dipilih untuk menerima dukungan persediaan ini,” ujar Yang Mulia Duta Besar Beata STOCZYŃSKA.

Sementara itu Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial PMI Pusat, Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes, mengapresiasi atas penguatan layanan kesehatan di tingkat lokal.

“Peralatan medis yang kami serahkan bukan hanya alat, tetapi sebuah investasi jangka panjang untuk kesehatan.” pungkasnya.

Direktur Eksekutif Asia-Europe Foundation (ASEF) dan mantan Duta Besar Polandia untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN.

Sementara itu Dwi Handayani, Koordinator Bidang Kesehatan dan WASH IFRC Delegasi Klaster Negara yang meliputi Indonesia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Timor-Leste,mengatakan,melalui proyek bersama PMI semakin memperkokoh kesiapsiagaan kesehatan.

“Ini bukti nyata aksi kolaboratif dapat saling memperkuat ketangguhan komunitas,” tandasnya.

Ditambahkan ,PMI Jawa Tengah dan PMI DIY merupakan dua provinsi yang menjadi prioritas utama , mengingat tingginya kebutuhan layanan kesehatan dan peran strategis sebagai pusat aktivitas kemanusiaan.(san)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini