Pelantikan dan Pengukuhan GBPH Prabukusumo Pimpin PMI DIY

0
93

RADAR NASIONAL,-(Yogyakarta),- Belum selesai rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana banjir di Sumatera, disusul gempa Nusa Tenggara Timur, kekeringan di Pulau Jawa dan meletusnya gunung Anak Krakatau, kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera.

Demikian disampaikan Ketua Umum PMI Pusat Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla melantik pengurusan PMI DIY Periode 2026- 2031 di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kota Yogyakarta, Minggu (13/9/2026).

Sebelum prosesi pelantikan, Jusuf Kalla terlebih dahulu menanyakan kesediaan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI DIY.

Pada hari ini, Minggu tanggal 13 September 2026, saya Ketua Umum PMI dengan resmi melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI DIY Masa Bakti Tahun 2026-2031. Kepada Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI DIY yang dilantik agar melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah”, kata Yusuf Kalla.Pelantikan PMI DIY Kolonel Inf Teguh Wiratama S.Sos., mewakili Danrem 072/Pamungkas. Forkopimda DIY, Kepala OPD DIY, Bupati/Wali kota se-DIY, Dewan Kehormatan, Pengurus anggota PMI DIY masa bakti 2021–2026, serta Ketua PMI se-Jawa (Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY

Kehadiran Kasrem 072/Pamungkas sebagai wujud sinergi antara TNI , PMI dan Pemda DIY dalam mendukung misi kemanusiaan serta kesiapsiagaan penanggulangan bencana di wilayah Yogyakarta.

Dalam sambutannya, GBPH. H. Prabukusumo mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sehingga masih dipercaya memimpin PMI DIY kedepan ,menegaskan pentingnya kerja keras, soliditas, dan keikhlasan seluruh pengurus untuk menghadapi tantangan kemanusiaan lima tahun ke depan.

“DIY sebagai wilayah yang memiliki potensi kebencanaan cukup tinggi, menuntut PMI untuk selalu siap siaga, cepat tanggap, serta adaptif. Saya mengajak seluruh pengurus menjalankan roda organisasi ini dengan prinsip Akuntabilitas & Transparansi, Sinergitas, serta Penguatan Relawan,” ujar Ketua PMI DIY.

Sedangkan. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Setda Bidang Pemerintahan dan Kesra DIY Aria Nugrahadi, S.T., M.Eng., menekankan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Pihaknya mendorong PMI DIY untuk memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat,

Gubernur DIY menyoroti pentingnya inovasi dalam pelayanan darah sebagai bentuk solidaritas sosial yang nyata. Penguatan jejaring donor sukarela, edukasi generasi muda, dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan harus terus ditingkatkan agar ketersediaan darah aman serta memadai.

Sementara itu, Ketua Umum PMI Pusat H. Muhammad Jusuf Kalla mengingatkan bahwa posisi Indonesia di wilayah Ring of Fire menuntut penanganan bencana yang optimal, baik bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia.

 

​”Setiap penanganan dampak bencana hanya bisa diselesaikan secara bersama-sama. PMI hadir untuk mengoordinasikan partisipasi masyarakat, menyalurkan bantuan dari pihak yang mampu kepada yang membutuhkan secara terorganisir dan dengan perlengkapan yang baik,” tegas Jusuf Kalla.

Sementara dari  sisi  lain, Palang Merah Indonesia menangani korban bencana gempa yang terjadi di Jogja tahun 2006 dan erupsi Merapi tahun 2010. Korban-korban tersebut bisa ditangani secara bersama-sama berkat partisipasi dari masyarakat.

“Semua membutuhkan perhatian, jika terjadi bencana, kehidupan sosial ekonomi masyarakat terganggu dan hal ini hanya bisa dibantu oleh masyarakat yang tidak terkena bencana untuk membantu, berpartisipasi, dan memberikan sumbangan.”ungkap Yusuf Kalla.

Adapun Kepengurusan PMI DIY masa bakti 2026-2031 terdiri atas Pelindung adalah Gubernur DIY, Dewan Kehormatan: KGPAA Paku Alam X sebagai Ketua, Herry Zudianto sebagai Sekretaris, dengan anggota Yohanes Wahyu Saronto, Soekeno, GPH. Indrokusumo, dr. Gregorius Anung Trihadi, dan Suyarno.

Sedangkan susunan Pengurus terdiri dari GBPH. H. Prabukusumo sebagai Ketua, sementara Wakil Ketua masih dijabat oleh Haka Astana. Sekretaris : Arif Noor Hartanto, Wakil Sekretaris: Indana Laazulva, Bendahara : H. Suhartono, Wakil Bendahara Afifah. Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya : dijabat oleh dr. Gideon Hartono, Ketua Bidang Organisasi : Sigit Alifianto. Arif Rianto Budi Nugroho menjabat sebagai Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, sedang Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan sosial : dr. Lipur Riyantiningtyas Budi Setyowati. Ketua Bidang Pelayanan Unit Donor Darah : dr. Suryanto, Ketua Bidang Anggota dan Relawan: Endang Patmintarsih. Sedangkan Edy Heri Suasana menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi adalah Andhi Wisnu Wicaksono. Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan adalah Eko Prayitno, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi dijabat oleh Susantio, serta Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya adalah Tri Wahyu.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini