Green Kayen Festival : Perpaduan Budaya dan Konservasi Lingkungan

0
94

 

 

RADAR NASIONAL ,-(Sleman),-‘Green Kayen sebuah tempat rintisan desa wisata alam dan budaya kembali digelar di Padukuhan Kayen Condongcatur Depok Slema.Minggu,(28/9/2025)

  1. Green Kayen Expo yang sukses tahun lalu, event ini bertajuk _“Green Kayen Festival 2025”_ (GKF) sebuah acara yang memadukan seni budaya, ekonomi kreatif, dan edukasi.

GKF 2025 menjadi wadah bagi warga Padukuhan Kayen Condongcatur untuk menampilkan potensi lokalnya. Dalam gelaran ini menampilkan berbagai seni tradisional, kerajinan tangan, dan produk unggulan dari UMKM setempat, para pengunjung menikmati berbagai pertunjukan seperti tari tradisional, alunan musik Keroncong Atmaja Grup, pentas khusus untuk anak-anak dan aksi memukau Jathilan PS. Madu Mudo Turonggo.

Pembukaan GKF 2025 dihadiri Anggota DPRD DIY Fraksi PKS, Sofyan Setyo Darmawan, S.T M.Eng, Dinas Pariwisata Sleman, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Lurah Condongcatur beserta Carik dan Kasi Kaur, Pengurus Perangkat Padukuhan dan warga masyarakat umum.

Dalam sambutan, Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP mengaku bangga dan apresiasianya atas kegiatan Green Kayen Fest 2025.

“Green Kayen terus berbenah, tahun ini juga CSR dari Bank BPD DIY untuk pembuatan Lapak atau tempat berjualan UMKM yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan oleh pengelola Green Kayen, GKF ini terlaksana dengan baik atas bantuan dari Dana Keistimewaan DIY, terimakasih kepada Bp. Sofyan Setyo Darmawan angggota DPRD DIY yang telah mengawal sehingga Green Kayen Condongcatur mendapatkan Danais tahun ini untuk kegiatan kebudayaan, Harapannya seni-budaya dan pariwisata dan UMKM dapat menjadi peluang untuk memberdayakan masyarakat” Ucapnya.

Anggota Komisi C DPRD DIY dari Fraksi PKS Sofyan Setyo Darmawan memberikan beberapa masukan / saran kepada pengelola Grern Kayen diantaranya perlunya pembetulan akurasi panduan menuju lokasi jika mengikuti Google Maps juga perlunya penambahan papan petunjuk atau plang agar memudahkan para pengunjung dalam menjangkau lokasi Green Kayen

“Agar makin dikenal, pengelola Green Kayen perlu mempelajari pula ilmu viral, bisa bikin event dengan jargon yang tak biasa, unik dan bikin orang penasaran. Contohnya Green Kayen Memanggil, Green Kayen Beraksi, atau Green Kayen Njathil,”ucapnya.

Selain memviralkan Green Kayen, pengelola juga mesti merancang kreativitas dengan konsep lima N. Nametke atau banyak melihat dan mengamati destinasi serupa yang lebih maju dan sukses menarik kunjungan tamu atau wisatawan, kedua niteni apa yang membuat destinasi tersebut ramai, ketiga niroake alias meniru cara agar Green Kayen makin diminati, keempat nambah-nambahi atau melengkapi berbagai fasilitas dan atraksi, event yang menarik. Kelima nemoake atau menemukan formula atau cara agar Green Kayen yang membuatnya diminati sebagai sebuah destinasi wisata

“Semoga ke depan Green Kayen bukan sekadar sebagai ruang hijau tapi dapat berkembang sebagai ruang publik sekaligus sebagai sebuah destinasi edukasi di bidang lingkungan,” harapnya.

Sementara itu menurut Koordinator Pelaksana Kegiatan, Dhadhang Hermawan yang juga Ketua Pokdarwis Green Kayen, festival ini memiliki misi ganda, selain menjadi ajang promosi budaya dan ekonomi, GKF juga bertujuan untuk memperkenalkan Green Kayen sebagai pusat edukasi lingkungan

“Kami ingin GKF menjadi agenda tahunan yang dinanti-nanti, acara ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang memperkenalkan keasrian Green Kayen sebagai tempat berkegiatan dan belajar. Pengunjung bisa melihat langsung dan mengenal berbagai koleksi tanaman langka yang kami budidayakan di sini karena komitmen ini menunjukkan bahwa GKF tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga pada pelestarian alam dan pengembangan ilmu pengetahuan”* ucapnya

Ditambahkan Dhadang, Pelaksanaan GKF 2025 merupakan hasil kolaborasi dan semangat gotong royong yang kuat. Acara ini didukung penuh oleh Dana Keistimewaan Yogyakarta, Dinas Pariwisata Provinsi DIY, dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur dan secara teknis, festival ini diselenggarakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Green Kayen, yang bekerja sama erat dengan Perangkat Padukuhan Kayen dan berbagai organisasi padukuhan. Organisasi-organisasi seperti Jaga Warga, PKK Padukuhan, dan Kepemudaan Padukuhan Kayen turut berperan aktif, menunjukkan betapa kuatnya sinergi komunitas dalam memajukan potensi yang ada.

“Di Padukuhan Kayen relative komplit, ada sekolah SD Muhammdiyah Kayen, TK Tunas Bhakti, KWT, Bank Sampah, pelaku UMKM dan lainya yang kita satukan dalam sebuah wadah event acara, ada tari tarian dari anak anak TK, hasil kerajinan tangan dari kelompok PKK dan Bank sampah, UMKM yang berjualan yang kesemuanya itu dapat memberikan sarana fasilitas mereka untuk berkiprah dan diharapkan GKF ini dapat mengerakkan dan menambah ekonomi riil masyarakUat”* pungkasnya.(Ang)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini